Hampir aja kecopetan!



Hampir kehilangan Galaxy gue untuk kedua kalinya di atas bus yang sama, metromini nomor 69 di kawasan yang sama pula, Blok M. Dan modusnya sama, 2 preman tukang minta-minta yang maksa dikasih duit sama orang yang duduk sebelah gue sedangkan yang satu lagi, berusaha ngambil hp gue. Alhamdulillah, gue selalu sadar sebelum handphone itu berpindah majikan. Waktu yang pertama, kelas X. Handphone ada di saku kemeja dan dia ngerogoh gitu. Dan yang masih baru, kelas XI, hp ada di tas tentengan terbuka. Yap, ngerogoh lagi. Dan tiba-tiba aja gue ngerasa aneh lalu reflek nangkap tangan itu dan untungnya dia belum kesampaian ngambil. Langsung tangannya ditarik dan segera pergi. Efek setelah 2 kejadian itu sama, gemeteran. Trauma gak terlalu terbayang cuma gemeteran luar biasa. Untung mbak di sebelah gue dan ibu-ibu di sekitar ngebantu nenangin. Dan dari kejadian, yang kedua kalinya, ini, gue belajar:
1.       Lebih waspada, hati-hati dan cermat menyimpan barang atau menempatkan posisi pada sebuah kondisi yang hiruk pikuk dan rawan bahaya serta banyak kekerasan.
2.      Jangan bengong dan cuek! Mungkin orang lain yang didesak tapi nyatanya, gue targetnya.
3.       Sigap ketika sudah dalam keadaan terdesak.
4.      *belajar dari copetnya* jangan sia-siakan kesempatan yang ada di depan mata, perlahan tapi pasti, dapatkan! *well, untungnya dalam situasi ini dia gak berhasil :’)*

Kesempatan.
1. waktu (keluasan, peluang, dsb) untuk: setelah ceramah selesai, pendengar diberi - untuk bertanya;

Kalau ngebahas kesempatan, gue sering kok yang namanya melewatkan kesempatan baik. Kesempatan baik, bukan bagus karena bagus belum tentu baik. Dan itu semua terjadi karena kurang ketelitian gue dalam menghadapi kehidupan nyata. Mungkin, jiwa dan raga gue mengalami tumbuh dan berkembang sedangkan pola pikir gue tertinggal di dunia imajinasi anak-anak.
Belajar dari pencopet.    Padahal mereka bilang lebih baik meminta daripada mencopet, jambret, mencuri” tapi kalau gak diberi yaa terpaksa kami lakukan hal-hal itu. Mereka benar-benar lihai dalam menemukan kesempatan untuk melakukan tindak kejahatan seperti itu. Mereka teliti dan cermat mencari kesempatan. Dan begitu berhasil menemukannya, mereka tidak ambil pusing dan bergerak cepat menuju sasaran. Mereka dapat mengatur waktu dengan baik. Itu belum selesai. Mereka masih harus menyusun rencana agar bisa mendapatkan sesuatu yang ingin dicopet itu. Ntah mengapa, jalan pikir mereka yang terlalu pintar atau sasarannya yang terlalu mengumbar-_-*tapi gue gak ngumbar kok, Cuma yaa handphonenya emang sedikit keliatan sih*. Lalu, dalam beberapa detik rencana itu tersusun, ia berkomunikasi yang baik dengan rekannya sesama pencopet. Dan tentu saja mereka kerja sama. Mereka ulet berusaha. Perlahan tapi pasti! Dan, hingga akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kalaupun gagal, mereka pantang menyerah dan terus mencoba. Gak percaya? Gue hampir 2x kecopetan dengan modus yang sama looohhhh-_-!
Simpel kan? Kesempatan itu banyak, memang benar kata bang Napi, “kejahatan terjadi bukan karena ada niat pelakunya tetapi karena ada kesempatan”.
Hmm, haruskah gue jadi pencopet dulu baru bisa memahami apa itu “memanfaatkan kesempatan” terdekat dengan baik? Ngga kan. Setidaknya, gue udah belajar cukup banyak dari pencopet-pencopet itu. Memang sih perilaku mereka negatif tapi daya juang mereka layak diacungi jempol. Gak semua kehidupan pencopet identik dengan sisi negatif karena memang hal ini cenderung lebih dominan. Tapi ternyata, ada yang lebih berharga dari semua sisi negatifnya. Kelihaian dalam menemukan, mendapatkan dan memanfaatkan kesempatan yang ada di sekitar mereka.
Layaknya pencopet, kita juga harus memiliki kelihaian dalam berhadapan dengan kesempatan-kesempatan baik yang ada di sekitar kita tanpa disadari. Belajar dari pencopet bukan berarti kita harus bertingkah negatif seperti mereka. Bagaimanapun bentuk, rupa, tindak-tanduk mereka, mereka juga manusia. Sama-sama ciptaan Tuhan, Allah SWT. Seburuk apapun pendapat orang-orang tentang mereka, jangan pernah berpikir mereka tidak berguna atau bahkan nyampah di muka bumi ini. Tuhan, Allah SWT. tidak mungkin menciptakan sesuatu yang sia-sia dan mubazir. Mereka berguna, hanya saja mereka, mungkin, terjebak dalam rayuan maut syaitan dan begitulah mereka terjadi._. Rumit. Dan itulah mereka, orang-orang yang memiliki banyak kemampuan tetapi sedikit keimanan.
#QuoteOfTheThread:
Kesempatan ada di sekeliling kita. Teliti, temukan, dapatkan! Manfaatkan seluruh potensi yang ada pada dirimu.

Tulisan ini didedikasikan untuk para tunawisma: preman, pencopet, pemalak, pengemis atau pengamen yang ada di seluruh muka bumi ini, terutama di Jakarta dan yang berperilaku jahat. Semoga cepat insyaf, amiin! J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

H+39

Matematika - SMK Kelas XII Akuntansi (Statistika)

On Fire to Reach The Dream