Gue Benci Rapat-_-
"Nanti jam XX, harap ngumpul yaa, rapat ngebahas XXX di XXXX"
Kira-kira, semua pesan singkat digital yang biasa disebarkan untuk memberitahu perihal rapat di kalangan pelajar, seperti itu bunyinya. Tapi, gue ga ngebahas gimana formatnya. Ini tentang "rapat" -cuih. Btw, rapat itu artinya dempet kan? Ih males banget dempet-dempet. Siapa sih yang bikin istilah rapat buat pertemuan yang membahas sesuatu-_-?
Ini pengalaman gue soal hal bodoh bernama RAPAT. Gue ikut suatu organisasi dan sering kali terlibat RAPATnya. Dan semua awalnya berjalan lancar walau suka ngaret berlebihan, tapi masih lancar dan aman. Makin ke tengah pokok pembicaraan, selalu, banyak perdebatan yang terjadi. Dan pasti ada 1 orang yang selalu ingin mendominasi RAPAT tersebut. Dengan polusi suara yang susah diganggu karena egoisnya dan ngarep dihargai, dia berkata seakan apa yang dia ucapkan udah sahih, pas, cocok, faseh sama hal yang dibicarakan. Kalopun ada yang berhasil menyanggah ucapannya, ada aja celaan keluar dari mulutnya. Dan dia selalu menanggapi pendapat orang, mendukung atau mencela, dan tetap dengan usaha mendominasi tentunya.
Anehnya, orang-orang yang RAPAT bersama gue ini, maaf ya teman-teman :(, ga belajar dari kesalahan yang dulu-dulu! Setiap RAPAT selalu begitu. Dari gue kelas 10 sampe sekarang kelas 12! Helloooo..., ga capek yaa?! Yang menghadiri RAPAT bukan lo-lo-lo aja kali! Masih ada banyak pasang telinga yang jenuh dengan ocehan lo-lo-lo! Kehidupan kita (kita ga pake si polutan) bukan hanya duduk manis dengerin polusi suara kalian yang selalu ada setiap pertemuan. Kita masih banyak pr dari sekolah, tugas rumah atau apalah yang ga ada hubungannya sama ocehan lo-lo-lo. Dan gue rasa, yang harus diubah ya RAPAT itu tadi. Gue berharap kata RAPAT bisa dihapuskan atau diganti dengan yang lebih beradab dan manusiawi, Musyawarah misalnya :D
Oya, pengalaman gue di atas ga hanya terjadi di organisasi yang gue ikut di dalamnya. Beberapa cerita temen gue dari organisasi/perkumpulan lain, mereka juga kalo RAPAT kayak gitu. Huffttt. Ini sih mindset gue, kalo yang lain gatau deh.
Kalo denger kata RAPAT, yang ada di otak gue ituuu:
1. Adu bacot
2. Didominasi 1 orang/kelompok
3. Ajang egoisme
4. Bete
5. Ngegas teroooossss
6. Susah kelar
Sementara kalo musyawarah:
1. Duduk manis bersama dan sejajar
2. Bertutur kata halus, lembut, sopan, ga ada tuh polusi suara
3. Semua bisa berpendapat, anti pendominan
4. Efekif waktu dan tenaga
5. Ga ada yang tersakiti
6. Lebih berasa kekeluargaannya
Jadi, itu menurut gue. Dan gue rasa, RAPAT untuk istilah pertemuan banyak orang yang membahas sesuatu memang harus diganti dengan Musyawarah. Lagian yaa, RAPAT itu ga ada pedomannya. Justru, Al-Quran dan Pancasila menganjurkan Musyawarah. Ga ada kan istilah RAPAT-_-?! Hrrr
Kira-kira, semua pesan singkat digital yang biasa disebarkan untuk memberitahu perihal rapat di kalangan pelajar, seperti itu bunyinya. Tapi, gue ga ngebahas gimana formatnya. Ini tentang "rapat" -cuih. Btw, rapat itu artinya dempet kan? Ih males banget dempet-dempet. Siapa sih yang bikin istilah rapat buat pertemuan yang membahas sesuatu-_-?
Ini pengalaman gue soal hal bodoh bernama RAPAT. Gue ikut suatu organisasi dan sering kali terlibat RAPATnya. Dan semua awalnya berjalan lancar walau suka ngaret berlebihan, tapi masih lancar dan aman. Makin ke tengah pokok pembicaraan, selalu, banyak perdebatan yang terjadi. Dan pasti ada 1 orang yang selalu ingin mendominasi RAPAT tersebut. Dengan polusi suara yang susah diganggu karena egoisnya dan ngarep dihargai, dia berkata seakan apa yang dia ucapkan udah sahih, pas, cocok, faseh sama hal yang dibicarakan. Kalopun ada yang berhasil menyanggah ucapannya, ada aja celaan keluar dari mulutnya. Dan dia selalu menanggapi pendapat orang, mendukung atau mencela, dan tetap dengan usaha mendominasi tentunya.
Anehnya, orang-orang yang RAPAT bersama gue ini, maaf ya teman-teman :(, ga belajar dari kesalahan yang dulu-dulu! Setiap RAPAT selalu begitu. Dari gue kelas 10 sampe sekarang kelas 12! Helloooo..., ga capek yaa?! Yang menghadiri RAPAT bukan lo-lo-lo aja kali! Masih ada banyak pasang telinga yang jenuh dengan ocehan lo-lo-lo! Kehidupan kita (kita ga pake si polutan) bukan hanya duduk manis dengerin polusi suara kalian yang selalu ada setiap pertemuan. Kita masih banyak pr dari sekolah, tugas rumah atau apalah yang ga ada hubungannya sama ocehan lo-lo-lo. Dan gue rasa, yang harus diubah ya RAPAT itu tadi. Gue berharap kata RAPAT bisa dihapuskan atau diganti dengan yang lebih beradab dan manusiawi, Musyawarah misalnya :D
Oya, pengalaman gue di atas ga hanya terjadi di organisasi yang gue ikut di dalamnya. Beberapa cerita temen gue dari organisasi/perkumpulan lain, mereka juga kalo RAPAT kayak gitu. Huffttt. Ini sih mindset gue, kalo yang lain gatau deh.
Kalo denger kata RAPAT, yang ada di otak gue ituuu:
1. Adu bacot
2. Didominasi 1 orang/kelompok
3. Ajang egoisme
4. Bete
5. Ngegas teroooossss
6. Susah kelar
Sementara kalo musyawarah:1. Duduk manis bersama dan sejajar
2. Bertutur kata halus, lembut, sopan, ga ada tuh polusi suara
3. Semua bisa berpendapat, anti pendominan
4. Efekif waktu dan tenaga
5. Ga ada yang tersakiti
6. Lebih berasa kekeluargaannya
Jadi, itu menurut gue. Dan gue rasa, RAPAT untuk istilah pertemuan banyak orang yang membahas sesuatu memang harus diganti dengan Musyawarah. Lagian yaa, RAPAT itu ga ada pedomannya. Justru, Al-Quran dan Pancasila menganjurkan Musyawarah. Ga ada kan istilah RAPAT-_-?! Hrrr

Komentar
Posting Komentar