On Fire to Reach The Dream
Ini tentang, gue. Gue yg kurang dari 6 bulan lagi akan menginjak usia 18 tahun sekaligus menjadi bagian baru dari keluarga besar Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Prodi 3 Perpajakan (amiin) :D
Btw, baru aja gue buka sebuah blog seorang ibu muda. Dia punya 2 anak perempuan yang masih balita. Dari foto-foto yang dia posting, sepertinya kehidupan keluarganya cukup harmonis. Apalagi ibu itu banyak memosting hal-hal kreatif yang ia buat untuk anaknya. Dan seketika, gue pengen jadi ibu itu. Bahagia karena kreatifitas diri sendiri yang mampu membahagiakan orang lain. Sederhana. Dan seketika itu juga, semua mimpi dan tujuan hidup gue sedikit terguncang. Karena bahagia gue sekarang, terkait dengan cita-cita kecil ini.
Menjadi bagian dari sekolah ini adalah impian gue dari kelas 3 SD. Dan beberapa bulan yang lalu, gue baru tahu lokasi dan jurusan apa aja yang tersedia disini. Dan beberapa bulan yang lalu juga, gue baru tahu tahap masuk ke sekolah ini, luar biasa dahsyatnya. Dimulai dari verifikasi nilai ijazah dan sejumlah tes: tertulis (TPA dan TBI), fisik (lari 12 menit dan lari angka 8) serta wawancara. Dan seperti lomba, mereka bertahap sehingga sistem gugur berlaku di setiap babak. Wajarlah dengan sistem gugur. Yang gak wajar itu, jumlah pendaftar dan kuota penerimaan yang kontras. Puluhan bahkan sempat mencapai ratusan ribu anak Indonesia mendaftar untuk menjadi calon mahasiswa disini. Dan "mereka" hanya menerima sepersekian dari total pendaftar. Dan tiap tahun kuotanya berubah sesuai ketentuan Kementrian. Jangankan kuota, buka pendaftaran aja belum tentu tiap tahun._.
Niat dari awal, gue akan ambil D3 Perpajakan di sana. Menjejakkan kaki di lingkungan tersebut, duduk dan belajar dengan baik selama 3 tahun ke depan. Kalau ditanya apa alasan gue untuk masuk kesana, gue hanya bisa menjawab, ntahlah. Sebuah penjelasan yang sangat menarik dan logis dari seorang guru kala gue kelas 3 SD sudah benar-benar menjadi alasan kuat "Mengapa Saya memilih untuk melanjutkan belajar di STAN?". Bayangkan aja, apasih ngertinya anak kelas 3 SD? Dan itu juga yang gue rasa: ga ngerti apa-apa. Tapi setelah mencari tahu sebanyak mungkin, alasan lain untuk kuliah di sana adalah status ikatan dinasnya, bebas biaya apapun, CPNS, kedisiplinan dan kejujuran yang diterapkan dan pasti masih banyak lagi hal menarik yang akan gue ketahui ketika memiliki almameter mereka. Ya, gue wajib berusaha untuk menjadi bagian dari mereka September 2014 ini. Dan itu akan menjadi hadiah ulang tahun terindah yang akan gue miliki setelah memiliki mereka (Ibu, Ayah, adikadik, keluarga besar lainnya, sahabat terdekat, teman-teman dekat lainnya).
Btw, baru aja gue buka sebuah blog seorang ibu muda. Dia punya 2 anak perempuan yang masih balita. Dari foto-foto yang dia posting, sepertinya kehidupan keluarganya cukup harmonis. Apalagi ibu itu banyak memosting hal-hal kreatif yang ia buat untuk anaknya. Dan seketika, gue pengen jadi ibu itu. Bahagia karena kreatifitas diri sendiri yang mampu membahagiakan orang lain. Sederhana. Dan seketika itu juga, semua mimpi dan tujuan hidup gue sedikit terguncang. Karena bahagia gue sekarang, terkait dengan cita-cita kecil ini.
Menjadi bagian dari sekolah ini adalah impian gue dari kelas 3 SD. Dan beberapa bulan yang lalu, gue baru tahu lokasi dan jurusan apa aja yang tersedia disini. Dan beberapa bulan yang lalu juga, gue baru tahu tahap masuk ke sekolah ini, luar biasa dahsyatnya. Dimulai dari verifikasi nilai ijazah dan sejumlah tes: tertulis (TPA dan TBI), fisik (lari 12 menit dan lari angka 8) serta wawancara. Dan seperti lomba, mereka bertahap sehingga sistem gugur berlaku di setiap babak. Wajarlah dengan sistem gugur. Yang gak wajar itu, jumlah pendaftar dan kuota penerimaan yang kontras. Puluhan bahkan sempat mencapai ratusan ribu anak Indonesia mendaftar untuk menjadi calon mahasiswa disini. Dan "mereka" hanya menerima sepersekian dari total pendaftar. Dan tiap tahun kuotanya berubah sesuai ketentuan Kementrian. Jangankan kuota, buka pendaftaran aja belum tentu tiap tahun._.
Niat dari awal, gue akan ambil D3 Perpajakan di sana. Menjejakkan kaki di lingkungan tersebut, duduk dan belajar dengan baik selama 3 tahun ke depan. Kalau ditanya apa alasan gue untuk masuk kesana, gue hanya bisa menjawab, ntahlah. Sebuah penjelasan yang sangat menarik dan logis dari seorang guru kala gue kelas 3 SD sudah benar-benar menjadi alasan kuat "Mengapa Saya memilih untuk melanjutkan belajar di STAN?". Bayangkan aja, apasih ngertinya anak kelas 3 SD? Dan itu juga yang gue rasa: ga ngerti apa-apa. Tapi setelah mencari tahu sebanyak mungkin, alasan lain untuk kuliah di sana adalah status ikatan dinasnya, bebas biaya apapun, CPNS, kedisiplinan dan kejujuran yang diterapkan dan pasti masih banyak lagi hal menarik yang akan gue ketahui ketika memiliki almameter mereka. Ya, gue wajib berusaha untuk menjadi bagian dari mereka September 2014 ini. Dan itu akan menjadi hadiah ulang tahun terindah yang akan gue miliki setelah memiliki mereka (Ibu, Ayah, adikadik, keluarga besar lainnya, sahabat terdekat, teman-teman dekat lainnya).
GoGoGo,


Komentar
Posting Komentar